Beras Merah

Beras Merah

Padi sejak dahulu merupakan salah satu tanaman yang ditanam dan dipanen dalam jumlah besar di Asia, terutama di Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang dan sebagian Cina. Beras yang sering dikonsumsi memiliki bentuk lembut dan halus, setelah selaput luar atau "bekatul" terlepas pada proses penggilingan. Sejak beberapa tahun terakhir bekatul berkualitas baik dikumpulkan dan dikonsumsi sebagai suplemen kesehatan.

Di Indonesia dan Asia, varietas beras merah sudah dibudidayakan sejak ratusan tahun lalu, karena diketahui memiliki nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan, berserat tinggi, kaya vitamin B, vitamin lainnya, zat besi dan kalsium. Varietas ini tumbuh di lahan yang kering dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dipanen.

Warna kemerahan pada beras merah disebabkan karena kandungan Polifenol dan Proantosianidin yang tinggi pada bekatulnya.

Ekstrak beras merah berbeda dengan beras ragi merah yang dijual di pasaran. Berikut perbedaan antara "Red Yeast Rice" dan ekstrak "Red Rice Bran" :

Red yeast rice merupakan produk khusus yang dibuat di China dan Jepang. Butiran padi dikuliti dan difermentasikan dengan ragi
(Monascus purpureus) yang akan menghasilkan selaput merah.

Zat aktif yang terkandung di dalam red yeast rice sama dengan zat aktif di dalam obat yang disebut statin, digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi. Itu sebabnya red yeast rice memiliki semua kemungkinan efek samping, interaksi obat, dan perhatian yang berhubungan dengan obat jenis ini. The American Heart Association memperingatkan untuk tidak menggunakan red yeast rice hingga dirumuskan hasil studi jangka panjangnya. Sedangkan ekstrak Red Rice Bran (Bekatul Beras Merah) Phytochemindo tidak mengandung statin.


Phytochemindo telah mengembangkan konsentrat ekstrak Red Rice Bran yang terstandarisasi dari kandungan Polifenol dan Proantosianidin. Konsentrat ekstrak Red Rice Bran bersumber dari bahan baku segar yang berkualitas tinggi, berasal dari tanaman alami Indonesia dan diproduksi di fasilitas Phytochemindo yang bersertifikat WHO GMP.

Warna kemerahan pada beras merah disebabkan kerena kandungan Polifenol dan Antosianidin yang tinggi pada bekatulnya.
Penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa kandungan tersebut mempunyai aktivitas antioksidan dan mencegah arteriosclerosis. Di Jepang dan Korea, ekstrak bekatul beras merah digunakan dalam kosmetik kerena mengandung antioksidan tinggi . Ekstrak bekatul beras merah dapat digunakan sebagai obat herbal alami untuk :
  • Menurunkan kolesterol
  • Menurunkan kadar trigliserida
  • Mengurangi plak asterosklerotik
Zat aktif yang terkandung dalam Ekstrak Bekatul Beras Merah adalah :
  • Polifenol
  • Proantosianin
  • Farmasi -- Ekstrak bekatul beras merah dapat dipertimbangkan sebagai bahan makanan tambahan yang bermanfaat untuk sindrom metabolik dan cocok sebagai produk kesehatan dislipidemia dan hiperglisemia.
  • Makanan -- Ekstrak bekatul beras merah dapat digunakan sebagai antioksidan dalam minuman, kapsul keras dan lunak, tablet, permen karet, permen, kue, coklat, wafer, jeli dan lain-lain.
  • Kosmetik -- Di dalam sediaan kosmetik, bekatul beras merah dapat digunakan sebagai pemutih, pelembab dan anti-aging diformulasikan dalam lotion dan body gel.